Pantas saja jika Indonesia dijuluki Negara Seribu Candi oleh para wisatawan mancanegara. Berbagai jenis Candi dengan berbagai aliran serta latar belakang sejarah tersebar di seantero pelosok negeri.
Dieng Plateau juga adalah salah satu tempat di Indonesia dimana ditempat ini banyak ditemukan candi-candi beraliran Hindu.
berikut beberapa diantaranya:

Komplek Candi Arjuna

kompeks candi arjuna

Berada di Desa Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Di sepetak tanah lapang seluar kurang lebih 1 hektar, Komplek Candi Arjuna ini berdiri. Komplek Candi beraliran Hindu yang terdiri atas lima buah bangunan Candi yaitu Candi Arjuna, Candi Semar yang tepat berada di depan Candi Arjuna, kemudian berderet di sisi kiri Candi Arjuna ada 3 Candi masing-masing Candi Srikandi, Candi Puntadewa dan Candi Sembadra.

Komplek Candi Arjuna menyimpan perpaduan corak arsitektur India dan arsitektur budaya lokal. Sebagai contohnya bisa dilihat pada gaya bangunan Candi Arjuna yang sangat kental dan menyerupai bangunan-bangunan candi di India, sementara pada Candi Sembadra sebaliknya, Pengaruh arsitektur budaya lokal tampak mendominasi bangunan candi ini.

Perbedaan corak tersebut bisa dilihat pada relung-relung yang dimiliki masing-masing candi dimana candi dengan pengaruh arsitektur budaya lokal cenderung memiliki relung yang menjorok keluar, dan sebaliknya, Candi dengan corak arsitektur India cenderung memiliki relung yang menjorok ke dalam.

Selain memiliki perbedaan corak budaya di masing-masing candinya, kelima candi ini juga memiliki kesamaat terutama pada ornamen bagian tangga yang masing-masing memiliki penil, Wajah raksasa tanpa rahang yang biasa disebut juga kala, serta serta saluran air yang mengalir ddari bagian dalam candi menuju salah satu sisi candi atau yang disebut juga jalatmara. dan masih banyak lagi ciri-ciri unik yang dimiliki masing-masing candi.

Diantara keempat Candi. hanya Candi Arjuna satu-satunya yang memiliki candi sarana, yaitu Candi Semar.

Candi sarana merupakan candi yang digunakan sebagai tempat berkumpul atau menunggu para umat sebelum masuk ke candi utama.

Candi Arjuna, sebagai candi utama di kompleks ini juga diperkirakan sebagai candi tertua, diperkirakan dibangun pada abad 8 Masehi oleh Dinasti Sanjaya dari Mataram Kuno.

Candi Gatutkaca

candi gatotkaca dieng

Dari Komplek Candi Arjuna ke arah selatan menaiki bukit landai dengan tangga berundak, anda akan berjumpa dengan satu buah Candi yang berdiri sendirian di tepi jalan menuju kawah Sikidang.

Candi tersebut adalah Candi Gatutkaca. sama seperti Candi-candi lainnya di wilayah Dieng, Candi Arjuna juga merupakan Candi beraliran Hindu dengan bentuk bangunan menyerupai kubur ( Bujur sangkar ) yang memanjang ke atas dengan posisi bangunan menghadap ke sebelah barat.

di sisi-sisi lain selain pintu candi juga terdapat relung-relung khas candi Dieng yang berhias Kala Makara.

Candi Bima

candi bima

Hingga sejauh ini, Candi terbesar yang terdapat di Dieng adalah Candi Bima. meskipun dari kabar yang tersebar konon ada candi dengan bangunan yang lebih besar dan megah, namun hal tersebut baru bisa dibuktikan jika proses penggalian menemukan candi yang dimaksud.

Candi Bima terletak dipertigaan jalan kecil antara jalur ke Kawah Sikidang, jalur menuju Telaga Warna dari arah selatan dan jalan menuju Dieng.

Candi dwarawati

Candi Dwarawati

Berada di sebelah utara Desa Dieng Kulon, terkucil sendiri ditengah bukit dikelilingi perladangan penduduk, membuat Candi Dwarawati kurang begitu “terlihat” dibanding candi-candi lain di kawasan wisata Dieng.

Akses ke Candi Dwarawati sebenarnya mudah. Jika anda menginap di Homestay penduduk Desa Dieng Kulon, anda hanya perlu berjalan sekitar 500 meter ke arah utara menyusuri Jalan aspal ukuran sedang yang menuju ke punggung Desa Dieng Kulon. Anda bisa bertanya kepada penduduk setempat mengenai detail arah.

Dilihat dari sisi Arsitektur bangunan, Candi Dwarawati memiliki ciri hampir sama dengan candi Gatutkaca. Berdenah empat persegi panjang dengan tinggi bangunan enam meter, dilengkapi dengan relung-relung pada masing-masing sisinya.

Tidak seperti pada umumnya candi-candi di Dieng yang dinamai berdasarkan tokoh-tokoh Mahabaratha. nama Dwarawati dirujuk dari nama ibukota kerajaan Dwarata yang ada di India.

Nama ini diberikan karena ciri arsitektur Candi Dwarawati yang memiliki kemiripan dengan candi-candi yang ada di India.

Candi Setyaki

candi setyaki

Candi Setyaki Letaknya berada di sebelah barat Komplek Candi Arjuna , Dieng Kulon, Batur Banjarnegara, berdekatan dengan Gasiran Aswotomo.

Candi Setyaki diperkirakan dibangun pada masa yang sama dengan dibangunnya Komplek Candi Arjuna. Candi Setyaki sempat hilang dari peta wisata Dieng hingga kemudian dilakukan rekontruksi kembali, yakni proses penyusunan ulang dari sisa-sisa batu Candi yang ada di lokasi penggalian. untuk kepingan-kepingan batu yang telah hilang dilakukan pengantian dengan bentuk sibuat semirip aslinya dengan tujuan agar bentuk candi kembali utuh seperti awalnya.