Jika berkunjung ke Dataran tinggi Dieng anda akan di suguhi dengan objek wisata alam yang memiliki panorama indah. Apa saja yang bisa dinikmati saat berwisata ke Dieng? Berikut daftar objek wisata dieng yang dapat di kunjungi :

1. Telaga Menjer

Telaga Menjer

Telaga Menjer adalah telaga terluas di dataran tinggi Dieng yang terbentuk akibat letusan vulkanik di kaki Gunung Pakuwaja. Dahulu air di telaga hanya berasal dari beberapa mata air kecil di sekitar telaga serta curah hujan yang cukup tinggi didaerah ini.Telaga Menjer terletak dibawah gunung dengan pepohonan lebat yang tentunya menjadi keuntungan tersendiri bagi telaga ini karena airnya selalu melimpah, selain untuk kepentingan wisata dan area pemancingan, pengairan, telaga menjer juga dimanfaatkan sebagai pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) mulai tahun 1982 sampai sekarang.

 

2. Gardu Pandang Tieng

gardu-pandang

Gardu Pandang Tieng adalah sebuah tempat favorit wisatawan dalam perjalanan menuju Dieng .Satu lokasi untuk menyaksikan terbitnya matahari   yang terletak pada ketinggian 1789 Mdpl dengan lanskap gunung Sindoro dan beberapa gunung lainnya.Pengunjung dapat dengan mudah menjangkau tempat ini tanpa harus berjalan kaki seperti halnya di objek wisata yang lain sehingga menjadikan tempat ini sebagai lokasi alternatif bagi pengunjung yang ingin melihat golden sunrise tanpa harus naik ke bukit Sikunir.

3. Mata Air ( Tuk ) Bima Lukar

tuk-bima-lukar

Tuk Bima Lukar merupakan salah satu mata air yang menjadi sumber aliran Sungai Serayu.Satu dari tujuh mata air yang di ambil airnya dan di pakai untuk jamasan anak berambut gimbal pada saat acara Dieng Culture Festival. Struktur bangunan terdiri dari tiga undakan,yang paling atas merupakan bagian suci. Di bagian ini, terdapat tempat untuk menaruh sesaji. Di bagian tengah terdapat sebuah kolam untuk menampung air. Sementara, pada bagian paling bawah terdapat dua buah pancuran yang bersimbol lingga dan yoni. Di pancuran inilah masyarakat sekitar serta pengunjung mencuci muka dan mandi karena ada satu kepercayaan pada masyarakat setempat tentang mata air ini yaitu barang siapa yang mencuci muka atau mandi di tempat ini dipercaya dapat membuat awet muda.

4. Telaga Warna

Telaga Warna 1

Telaga Warna Dieng adalah destinasi wisata favorit di kawasan dataran tinggi Dieng.Terletak di ketinggian 2093 mdpl, dengan di kelilingi oleh bukit-bukit tinggi yang menambah pesona keindahan alam sekitar telaga . di sebut telaga warna karena keunikan fenomena alam yang terjadi di tempat ini, yaitu warna air dari telaga  yang sering berubah-ubah. Hal ini terjadi karena selain air telaga mengandung sulfur atau belerang yang cukup tinggi,juga terdapat lumut dan ganggang di dasar telaga sehingga saat cuaca cerah dan sinar matahari mengenai  telaga, maka warna air telaga akan nampak berwarna warni.

5. Telaga Pengilon

Telaga Pengilon

Secara etimologi Telaga pengilon berasal dari kata dalam bahasa jawa “Pengilon ( ngilo )” yang mempunyai arti  cermin dalam bahasa indonesia. Berbeda dari telaga warna,telaga ini mempunyai air yang jernih dan tidak mengandung sulfur atau belerang sehingga di telaga ini terdapat banyak jenis ikan yang hidup di dalamnya.Telaga ini juga di manfaatkan oleh petani setempat untuk mengairi tanaman mereka pada saat musim kemarau.

6. Goa Alam

goa dieng

Selain menyuguhkan panorama yang indah Dieng juga merupakan tempat  yang legendaris dengan suasana mistis, dengan terdapatnya beberapa goa alam di antaranya adalah Goa Semar,Goa Sumur dan Goa Jaran yang di jadikan tempat untuk wisata spiritual

7. Dieng Plateau Theater

Jpeg

Diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 6 Maret 2006. Dieng Plateau Theater atau yang biasa disingkat DPT merupakan sebuah Theater Mini yang terletak di kaki bukit Sikendil dengan bentuk bangunan yang didesain klasik dikelilingi pepohonan hijau.
Gedung ini mempunyai kapasitas 100 tempat duduk dan dilengkapi dengan sistem Audio Visual yang memadai.

Saat ini Dieng Plateau Theater merupakan salah satu objek wisata favorit yang di kunjungi wisatawan,menyajikan suguhan film dokumenter  supaya wisatawan dapat mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan Dieng . Film yang berdurasi 23 menit ini menceritakan tentang beberapa hal seperti objek-objek wisata, sejarah, kondisi geografis, serta budaya masyarakat Dieng.

8. Batu Ratapan Angin

Batu ratapan angin

Ada sesuatu hal yang menarik berkaitan dengan asal usul nama Batu Ratapan Angin. Karena tempatnya yang terletak di ketinggian sehingga menyebabkan tiupan angin yang kencang pada bulan tertentu daerah ini sehingga menciptakan gesekan-gesekan pada bebatuan serta tanaman sekitar sehingga melahirkan suara semacam siulan,sedangkan kata ratapan sebenarnya adalah merupakan suatu ekspresi dari pemilik lahan pertanian ketika tiupan angin tersebut memporakporandakan tanaman yang ada di area ini.
Itulah asal mula mengapa bukit dengan beberapa batu besar yang biasa dijadikan tempat menyaksikan panorama Telaga Warna-Telaga Pengilon dari ketinggian ini diberi nama Batu Ratapan Angin.

Secara administratif Batu Ratapan Angin masuk dalam kawasan Desa Jojogan,Kec. Kejajar,Kab. Wonosobo.Lokasi ini terletak pada lahan pertanian milik salah seorang penduduk Desa tersebut yang bernama Pak Sumar,karena itu juga penduduk lokal menyebut lokasi ini dengan sebutan Batu Sumar.
Letak lokasi Batu Ratapan Angin tidak jauh dari gedung Dieng Plateau Theater,cukup berjalan kaki kurang lebih sepuluh menit dari area parkir pengunjung dapat menikmati suguhan panorama yang menawan.

Pada awalnya tempat bukanlah spot yang di kenal oleh kebanyakan pengunjung yang datang ke Dataran tinggi Dieng.Tempat ini mulai di perkenalkan kepada wisatawan oleh beberapa pemandu lokal sekitar tahun 2011,tak terkecuali pengunjung yang mengupdate hasil jepretan mereka melalui media soaial seperti facebook,twitter,instagram dan media sosial lainnya sehingga Batu Ratapan Angin bisa di kenal oleh khalayak ramai dan saat ini  menjadi salah satu objek favorit yang wajib di kunjungi oleh wisatawan yang berkunjung ke Dieng baik itu wisatawan lokal ataupun wisatawan mancanegara.

Untuk memasuki tempat ini pengunjung di kenakan biaya Rp.10.000 untuk wisatawan lokal dan Rp.30.000 untuk wisatawan asing.Bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke lokasi ini di himbau agar tetap berhati-hati mengingat spot utama yang biasa di gunakan untuk hunting poto adalah sebuah batu yang terletak di tebing.

 

9. Jembatan Merah Putih Dieng

jembatan merah putih

Jembatan Merah Putih adalah sebuah wahana baru di Dieng yang di buka pada tanggal 5 mei 2016,berlokasi di kawasan Batu Ratapan Angin yang memang memiliki panorama memukau dengan background Telaga Warna dan Telaga Pengilon sehingga pemandangan dari jembatan ini kelihatan lebih cantik selain menantang.Di buat oleh sekelompok pemuda setempat yang mempunyai latar belakang pecinta alam dan mempunyai keinginan terciptanya wahana baru supaya dapat menambah keragaman objek wisata di Dieng.

Nama Jembatan Merah Putih sengaja di pilih sebagai bentuk rasa terimakasih dan dedikasi kepada Tim Vertical Rescue yang telah mengajarkan sebagian ilmunya melalui Sekolah Panjat Tebing Merah Putih yang pada akhirnya melahirkan  ide pembuatan Jembatan ini.Jika ingin mencoba menguji adrenalin di tempat ini pengunjung di kenakan biaya Rp.15.000

10. Kawah Sikidang

Kawah Sikidang

Kawah Sikidang merupakan salah satu obyek wisata favorit di Dieng yang banyak diminati oleh para wisatawan. berbentuk cekungan berisi kawah yang timbul akibat aktivitas gunung berapi di Dataran Tinggi Dieng. Kawasan kawah Sikidang masuk dalam wilayah kabupaten Banjarnegara.Berbeda dari lokasi kawah pada umumnya,kawah sikidang terletak di tanah datar dan mudah di jangkau serta relatif aman untuk pengunjung sehingga banyak pengunjung yang berantusias ingin melihat dari dekat kawah ini.
Memasuki kawasan kawah terlihat beberapa cekungan besar yang mengeluarkan asap tipis.Cekungan tersebut merupakan kawah utama di masa lalu,sedangkan kawah utama saat ini terletak kurang lebih 1 kilometer dari pintu masuk.
Nama kawah Sikidang  di ambil dari nama hewan yaitu Kijang. Orang Jawa menyebut “kijang” dengan sebutan “kidang”,hewan yang mempunyai kaki panjang dan bisa melompat-lompat sehingga kawah utama yang berpindah-pindah disamakan dengan sifat kijang yang senang melompat ke sana-ke mari. Kawah utama akan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain dengan rentang waktu yang relatif lama.

11. Komplek Candi Arjuna

candi_arjuna

 

12. Bukit Sikunir

Bukit Sikunir 1

Sebagai salah satu obyek wisata andalan Dataran Tinggi Dieng saat ini Bukit Sikunir semakin ramai dikunjungi wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Salah satu yang paling diincar wisatawan di bukit ini adalah indahnya view sunrise dari puncak Sikunir yang dikenal dengan Golden Sunrise Sikunir . Selain itu wisatawan dapat menyaksikan megahnya gunung-gunung tinggi dan bukit di Jawa Tengah yang berderet di kejauhan.Dari bukit ini, wisatawan bisa memandang tujuh puncak gunung dan bukit, yakni gunung Sindoro,gunung Merapi, gunung Merbabu,gunung Lawu, Bukit Telomoyo, bukit Ungaran, dan gunung Prau.

Bagi wisatawan yang hendak mengunjungi untuk pertama kali ke bukit Sikunir sebaiknya ditemani oleh pemandu lokal mengingat jalur pendakian yang agak terjal dengan jurang terjal pada sisinya.

13. Gunung Prau

gunung-prau

Gunung Prau adalah salah satu gunung favorit bagi para pendaki.Secara geografis gunung prau berada di wilayah Kabupaten Wonosobo,selain menyuguhkan panorama pemandangan alamnya yang memang luar biasa indah gunung ini memiliki ketinggian yang lebih rendah di banding gunung yang lain. Dari permukaan air laut puncak Gunung Prau ketinggiannya sekitar 2.565 meter saja,tak heran jika di setiap akhir pekan gunung ini banyak didaki oleh para pendaki baik profesional maupun pemula.

Ada beberapa jalur pendakian yang lazim di tempuh, yakni jalur Campurejo, Pranten,Dieng, Kalilembu, Dwarawati, Kenjuran, Patak Banteng dan Wates. Dari kesemua jalur tersebut, jalur Patak Banteng adalah jalur yang paling banyak di lalui para pendaki yang ingin menikmati view sunrise di puncak baik pendaki yang bercamping maupun sekedar tektok,jalur ini memiliki jarak tempuh yang relatif lebih pendek dan juga mudah diakses. tidak banyak memiliki rute percabangan, sehingga tidak menimbulkan kebingungan para pendaki.Namun meskipun memiliki jarak yang cukup pendek, namun jalur Patak Banteng ini terbilang lebih berat dari jalur lainnya,hanya memiliki sedikit jalur yang landai sehingga sepanjang perjalanan dari basecamp sampai puncak, pendaki harus menghadapi jalanan yang menanjak relatif tajam.