Mendengar kata kawah barangkali yang tergambar di kepala anda adalah lonjakan magma dari perut bumi yang panasnya luar biasa dan sewaktu-waktu bisa menyemburkan gas beracun.

Namun ada sisi lain kawah yang tak seseram itu. Di Indonesia atau bahkan di Dunia, banyak kawah-kawah yang justru kemudian menjadi tempat wisata yang menarik. Diantaranya 3 Kawah yang ada di Dieng berikut :

kawah sikidang dieng

kawah sikidang dieng jawatengah sumber:flickr

 

Kawah Sikidang Dieng Wonosobo. Tempat dengan aktivitas Vulkanik yang masih aktif ini justru menjadi salah satu obyek wisata yang hampir selalu ramai saat musim liburan tiba.

Kawah Sikidang berada di sebelah tenggara Dieng, atau sekitar seperempat jam perjalanan jika ditempuh dengan kendaraan dari Pusat Kawasan Wisata Dieng. Jika ditempuh dengan berjalan kaki, kira-kira akan memakan waktu sekitar 45 menit. Lokasi Kawah Sikidang berdekatan dengan lokasi Candi Bima. Sesampai dipertigaan tempat Candi Bima Berada, anda akan melihat Gapura loket yang merupakan pintu masuk ke Kawah Sikidang.

Begitu mendekati lokasi Kawah Sikidang, Bau Belerang akan terasa kuat tercium terutama jika pengunjung tidak menggunakan masker. Namun bagi yang tidak membawa masker tidak perlu bingung. Pengunjung bisa membeli masker yang banyak dijajakan disekitar tempat wisata Kawah Sikidang.

Jika selama di Dieng pengunjung terbiasa dengan pemandangan hijau pepohonan dan rerumputan, di Kawah Sikidang pengunjung akan menemui suasana yang jauh berbeda. Hamparan tanah berselimut endapan belerang berwarna putih kekuningan bagai gurun kapur membentang diseantero arah pandang dengan kolam-kolam kawah disana-sini yang  sebagian besar adalah kawah mati, sementara beberapa diantaranya masih menunjukan aktivitas gelegak lumpur panas dari dalam Kolam Kawah. Kawah terbesar yang masih aktif dipagari dengan bambu untuk mencegah pengunjung terlalu dekat dengan kawah.

Dilokasi juga pengunjung akan mendapati beberapa penjual Batu belerang yang dipercaya bisa menyembuhkan penyakit kulit seperti panu, Kadas , kurap bahkan jerawat.

Kawah Sileri

kawah sileri dieng sumber:google

Kawah Sileri berada di desa Kepakisan – Batur – Kabupaten Banjarnegara. letaknya berada di lereng bukit Pagerkandang dan merupakan Kawah yang paling sering menunjukan aktivitas vulkanisnya. Kawah ini sempat dilaporkan aktif pada tahun 1944, 1964, 1984, 2003 dan terakhir di tahun 2009. Meskipun begitu, kawah ini saat ini relatif aman untuk dikunjungi.

Datanglah ke Kawah Sileri pada saat Pagi dan anda akan mendapati pemandangan kawah yang luar biasa dimana uap air meruap dari permukaan kawah perlahan-lahan memuai terbang menciptakan suasana yang magis dan eksotis. Air di Kawah ini berwarna putih keruh seperti air cucian beras. itulah yang mendasari penamaan kawah ini, dimana Sileri dalam bahasa Jawa berarti air cucian beras.

Kawah yang merupakan kawah terluas disekitar dataran tinggi Dieng ini menghampar di kepundan datar dimana air kawah mengalir secara konsisten dari tempat yang tinggi ke bagian dataran yang rendah.

Kawah Sileri dibuka untuk umum tanpa tiket masuk sehingga pengunjung bisa datang saja dengan gratis.

Kawah Candradimuka

kawah candradimuka sumber:google

 

Kawah Candradimuka. Inilah Kawah  yang sering disebut-sebut dalam legenda pewayangan sebagai tempat dimana Gatutkaca dijedi (dimandikan) sehingga memiliki kesaktian yang luar biasa.

Terletak kurang lebih enam Kilometer dari Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng, tepatnya berada di Desa Pekasiran Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara.

Kawah ini juga termasuk Kawah Aktif. Meski begitu, sebagaimana kawah-kawah di Dataran Tinggi Dieng, Kawah ini aman untuk dikunjungi.